Zakat Mall (Zakat emas, perak, dan uang simpanan)

Zakat yang dikeluarkan seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak, Perusahaan, Penghasilan, investasi, Hadiah, barang dagang, Royalti. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.
Zakat emas, perak, dan uang simpanan

Dari Ali r.a ia berkata :Rasulullah Saw bersabda : Apabila kamu punya 200 dirham(perak) dan telah lewat satu tahun,(maka wajib dikelurkan zakatnya) dari padanya 5 dirham ;hingga tidak ada sesuatu kewajiban zakat bagimu pada sesuatu (emas) sehingga kamu mempunyai 20 dinar dan telah lewat satu tahun,maka zakatnya 0,5 dinar. Dan pada yang lebih zakatnya menurut perhitungannya.dan pada harta-harta ( emas dan perak) tidak ada hak zakat,kecuali apabila sudah lewat satu tahun.” HR Abu dawud

Nishab emas bersih adalah 20 dinar (mitsqal)= 12,5 pound sterling (96 gram ) zakatnya 2,5% atau seperempat puluhnya. Jadi seorang Islam yang memiliki 85 atau 96 gram tergantung standar Negara yang digunakan atau lebih dari emas yang bersih dan telah cukup setahun dimilikinya maka wajiblah ia mengeluarkan zakatnya 2,5% atau seperempat puluhnya.

Nishab perak bersih 200 dirham ( sama dengan 672 gram), zakatnya 2,5 % apabila telah dimiliki cukup satu tahun .Emas dan perak yang dipakai untuk perhiasan oleh orang perempuan dan tidak berlebih- lebihan dan bukan simpanan,tidak wajib dikelurkan zakatnya.

Beberapa pendapat tentang emas yang telah dijadikan perhiasan pakaian: Pendapat imam Abu Hanifah : berpendapat bahwa emas dan perak yang telah dijadikan perhiasan dikeluarkan zakatnya pula Pendapat imam Malik : Jika perhiasan itu kepunyaan perempuan untuk dipakai sendiri atau disewakan,atau kepunyaan lelaki untuk dipakai isterinya,maka tidak wajib dikeluarkan zakatnya. Tetapi jika seorang lelaki memilkinya untuk disimpan atau untuk perbekalan dimana perlu, maka wajiblah dikeluarkan zakatnya. Pendapat Imam Syafi’i : tak ada zakat pada perhiasan emas dan perak,menurut satu riwayat yang lain dari padanya,wajib zakat perhiasan emas dan perak .
Intinya bahwa emas dan perak yang tidak terpakai selama satu Tahun dan telah mencapai nisab baik berupa emas, perak asli atau telah menjadi perhiasan lebih disarankan untuk di zakati karena menajaga perinsip kehati-hatian dalam agama atau mencari yang terbaik.

Contohnya adalah jika saudara muslim memiliki emas sebesar 100 gram maka Zakatnya 2,5% dari 100 gram = 2,5 gram. Jika di jadikan uang maka jika satu (1) gram emas setara Rp 500,000,- x 100 gram = Rp. 50.000,000, maka zakatnya 2,5% dari Rp 50.000.000,- x 2,5% = Rp 1.250.000,-.Begitupun berlaku untuk zakat perak.

Nishab dan zakat uang atau Peredaran uang pada dasarnya berstandar emas, karena peredaran uang itu berdasar emas, maka nishab dan zakatnya 2,5 % atau seperempat dari yang di asset uang yang dimiliki. Contohnya adalah jika saudara muslim memiliki simpanan di bank atau lembaga sejenisnya sejumlah Rp. 50.000,000, maka zakatnya 2,5%. dari Rp 50.000.000,- x 2,5% = Rp 1.250.000,-.

Leave a Reply