Profil Lembaga

A. LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan kita sehari-hari seakan tanpa celah jalan kita lalui melainkan disitu kita dapatkan berbagai sosok tubuh umat Islam dalam keadaan yang memprihatinkan. Sorot mata mereka seakan hendak berkata adakah orang yang peduli dan hendak mengubah nasib mereka. Adakah bulir-bulir kasih masih tersisa di muka bumi ini, sebagai wujud solidaritas sosial umat rabbani yang bagaikan satu tubuh.

Islam adalah agama yang sempurna, Allah lengkapi terlebih dahulu segala permasalahan hidup dalam Islam sebelum kemudian Allah jadikan ini satu-satunya agama yang Allah meridhoiNya.

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu  (Q.S. Al-Maidah : 3)

Apabila kita cermati tentang kesempurnaan ajaran Islam ini, sesungguhnya Islam telah dan akan menjawab segala pertanyaan kaum dhuafa yang berserakan disekeliling kita.

Zakat merupakan salah satu dari 5 (lima) kewajiban pokok (rukun) yang Allah wajibkan kepada seluruh mahluk dan terlebih umat Islam. Kesadaran umat Islam untuk menunaikan kewajiban zakat sebagai suatu perintah mutlak dari Allah, tidak hanya memiliki implementasi pahala bagi pelakunya (muzakki) akan tetapi lebih dari itu ketimpangan system sosial yang ada berupa kemiskinan dan serba ketidakberdayaan kakum dhuafa akan terjawab.

Melalui kenyataan-kenyataan di atas menggugah segenap komponen umat Islam, khusunya yang ada di Cirebon, terdiri dari berbagai kalangan : ulama, pengusaha, birokrat, kalangan profesi dan aktivis muda Islam untuk mencoba menggagas suatu kegiatan galang peduli umat melalui acara yang diadakan pada pertengahan bulan Mei 2003. Tercapai suatu kesepakatan bahwa perlu dibentuknya suatu lembaga yang secara khusus bekerja menangani potensi zakat dan donasi lain umat Islam untuk digunakan sebesar-besarnya guna menjawab berbagai permasalahan yang telah diutarakan di atas.

Langkah tersebut dianggap tepat, karena payung hukum yang dibentuk oleh pemerintah melalui dikeluarkannya Undang-undang no. 38 tahun 1999 dan UU n0 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat dan peraturan-peraturan pendukung lainnya, memungkinkan kesadaran kolektif dari swadaya masyarakat untuk membentuk Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqoh bersanding dengan Badan Amil Zakat milik pemerintah untuk secara sinergis mengentaskan berbagai kondisi keterpurukan umat Islam melalui pengelolaan zakat, infak dan shodaqoh yang amanah, transparan dan professional dan dapat dipertanggung jawabkan.

Pengentasan keterpurukan hidup kaum dhuafa menjadi ruh yang menjiwai Zakat Center sejak awal dirintisnya, meningkatkan nilai guna ZISWA melalui program peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi produktif menjadi prioritas prestasi yang ditekankan oleh lembaga ini, disamping fungsi karitas sosial yang telah dicadangkan.

AMANAH, TRANSPARAN DAN PROFESIONAL

Kehendak mulia dalam mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa melalui Zakat Center dihadapkan kepada permasalahan nyata berikut ini :

  1. Kesadaran umat Islam dalam menunaikan kewajiban mengeluarkan sebagian dari harta yang diperolehnya berupa zakat masih rendah, hal ini dimungkinkan karena 2 (dua) sebab utama, yaitu pertama, pemahaman tentang ,ilmu agama yang masih perlu ditingkatkan dan yang kedua, adanya sifat materialistis, zakat dianggap sebagai bagian dari pengeluaran bukan sebagai suatu kewajiban yang harus ditunaikan.
  2. Kebiasaan yang berlangsung selama bertahun-tahun dari masyarakat yang telah sadar menunaikan zakat dengan cara penyebaran langsung kepada mustahiq memiliki kelebihan disamping kekurangan yang sangat banyak, diantaranya : (a). Nilai zakat hanya digunakan sekali pakai dan langsung habis karena tidak diarahkan pada usaha-usaha yang bersifat produktif (b). Ketepatan dalam menentukan mustahiq yang diprioritaskan dan pengontrolan serta pendampingan pasca penyaluran bantuan hampir tidak ada karena waktu yang sangat terbatas dimiliki para muzakki.
  3. Minimnya kepercayaan masyarakat kepada lembaga pengelola zakat yang ada tersebut baik dalam pengelolaannya yang kurang transparan maupun pemanfaatannya yang kurang dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut di atas menjadikan Zakat Center dituntut harus mampu melakukan tugas-tugas baik menyangkut pengumpulan, pengelolaan dan penyaluran serta pendayagunaan zakat dan donasi lainnya secara amanah, transparan dan profesional merupakan tuntutan yang harus dilakukan dalam upaya menjawab 3 (tiga) masalah utama yang telah diuraikan di atas.

KHATIMAH

Semoga Allah menjaga hati-hati kami dalam upaya menjalankan amanah yang mulia ini untuk senantiasa berjalan di atas jalan yang diridhoiNya dan semoga Allah memudahkan jalan bagi kami dalam menjalankan tugas-tugas kami dalam upaya mewujudkan tatanan masyarakat yang mawaddah warahmah melalui pengelolaan syariat zakat yang amanah, transparan dan berdayaguna serta berkelanjutan.

B. TEMPAT DAN KEDUDUKAN
Zakat Center adalah Lembaga Pengelola Zakat, Infak dan Shadaqoh yang bersifat nirlaba dan berorientasi penuh pada nilai dasar ibadah dalam mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa menjadi manusia mandiri yang bertaqwa kepada Allah.

Zakat Center merupakan Badan Pekerja Yayasan Wakaf LAZIS Zakat Center yang didirikan pada tanggal 22 Juli 2003 berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia no. C-354. Ht.01.02  th. 2004, Akta notaris Hendra Harmen, S.H No. 3 dan direkomendasikan oleh MUI kota Cirebon No. 33/MUI-UX-2003. Selain itu juga zakat center telah mendapatkan sertifikat Sistem manajemen mutu International Organization for Standardization (ISO) 9001 tahun 2008.

C. WILAYAH KERJA
Wilayah penggalangan dan penyaluran zakat, infak dan shadaqoh yang dikelola oleh Zakat Center ialah seluruh daerah di wilayah propinsi Jawa Barat yang meliputi wilayah darat, laut dan udara.

D. VISI

“Menjadikan organisasi zakat center sebagai penyelenggaraan jasa pengumpulan dan penyaluran dana zakat, infak, shodaqoh dan waqaf yang terbaik, amanah,  dan profesional”.

E. MISI

  • Sebagai penyelenggaraan jasa pengumpulan dan penyaluran dana zakat, infak, shodaqoh dan waqof yang efektif, efisien, dan tepat sasaran
  • Memberikan pemahaman dan sosialisai akan manfaat dan pentingnya dana zakat, infak, shodaqoh dan waqof demi kemaslahatan umat
  • Memanfaatkan dana infak, shodaqoh dan waqof didalam usaha-usaha pemberdayaan masyarakat yang berorientasi ibadah, sosial, dan produktifitas usaha masyarakat
  • Sebagai syiar agama Islam

F. SIFAT
Sifat dasar yang dimiliki Zakat Center adalah :

  1. Berlandaskan Al-Qur’an dan Al-Hadits
    Semua proses dan segala kegiatan yang menyangkut pengumpulan, pengelolaan dan penyaluran ZIS harus senantiasa berlandaskan Al-Qur’an dan Al-Hadits.
  1. Bersifat nirlaba
    Bukan merupakan sebuah lembaga yang menghasilkan laba, akan tetapi semata-mata bertujuan menyalurkan dana ZIS kepada pihak yang memerlukan (mustahiq) dan berupaya meningkatkan daya guna dan pengelolaannya.
  1. Berorientasi penuh pada nilai ibadah
    Semua pekerja (amilin) yang mengelola ZIS harus senantiasa mengacu kepada nilai dasar ibadah, yaitu ikhlas, jujur, amanah dan ihsan.
  1. Profesional
    Zakat Center adalah lembaga khusus yang menangani pengelolaan ZIS dan bekerja secara profesional sesuai peraturan kerja sebuah lembaga professional lainnya.
  1. Netral
    Cara pandang Zakat Center adalah mengayomi seluruh pribadi-pribadi umat Islam tanpa membedakan asal golongan, ras dan kelompok.
  1. Non – politik
    Zakat Center adalah lembaga sosial keagamaan yang tidak terlibat dan melibatkan diri dengan berbagai aktivitas politik dari kelompok manapun serta tidak terikat dengan organisasi politik manapun maupun organisasi binaan partai politik tertentu.
  1. Independen
    Zakat Center adalah lembaga independen yang tidak terikat dengan organisasi atau kelompok tertentu baik yang bersifat politik maupun non-politik.
  1. Dapat dipertanggungjawabkan
    Seluruh aktivitas yang menyangkut pengumpulan, pengelolaan dan penyaluran serta pendayagunaan ZIS harus dapat dipertanggung jawabkan dalam suatu bentuk laporan yang diaudit oleh lembaga terkait.
  1. Memberikan manfaat berkelanjutan
    Nilai dasar dari program-program penyaluran dan pendayagunaan ZIS harus senantiasa menitikberatkan pada program-program yang memiliki manfaat yang berkelanjutan.

G. LANDASAN PERUNDANGAN LAZ

  1. Undang-undang No. 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat
  2. Undang-Undang No. 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat
  3. Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 373 Tahun 2003
  4. Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Nomor D-291 Tahun 2000
  5. Keputusan Presiden (Keppres) No. 8 Tahun 2001 Tanggal 7 Januari 2001
  6. Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 73 Tahun 2001

H. LANDASAN SYARIAH
“ Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahul lagi Maha Bijaksana“. (QS At-Taubah : 60)

“ Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah : 71)

“ Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dan perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-NahI: 90)

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’Iah beserta orang-orang yang ruku’ (QS. Al-Baqoroh : 43)

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman.” (QS. At-Taubah : 103)

Dari Ibnu Umar r.a. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Islam itu didirikan atas lima sendi, yaitu persaksian bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendinkan shalat, membayar zakat, haji dan puasa pada bulan Ramadhan “ (HR. Bukhari dan Muslim)

I. PROGRAM – PROGRAM
a. Pendayagunaan Dana
Ekonomi Mandiri (E-Man)
– Cerdas Mulia (CERIA)
– Santunan Anak Yatim
– Khitanan Massal
– Pengobatan Gratis
– Sekolah Binaan
– Ambulance Dhu’afa Gratis
– Pemulasaraan Jenazah Dhu’afa Gratis

b. Penghimpunan Dana
– Konsultasi Zakat
– Jemput Zakat, Infaq dan Wakaf
– Kotak Amal Masuk Rumah (KOMAR)
– Kotak Amal Masuk Sekolah (KOMAS)
– Pengembangan Wakaf Produktif
– Tabungan Hewan Aqiqah dan Qurban

 

Leave a Reply