|
Ingin Punya Rumah Sendiri |
|
|
|
|
Ditulis oleh Sri Wurtinah
|
|

Keceriaan terlihat jelas tampak pada muka Ibu Sri Wurtinah saat mengikuti pertemuan rutin bulanan Zakat Center di hari Ahad (13/12/09) yang lalu. Pada pertemuan yang diikuti oleh seluruh penerima bantuan modal usaha kecil Zakat Center itu, Ibu tiga orang anak ini menuturkan pengalamannya dengan penuh antusias. “Alhamdulillah, usaha saya kian berkembang. Setelah dibantu modal usaha oleh Zakat Center, omzet usaha saya semakin meningkat. Apalagi setelah mempraktekkan ilmu yang disampaikan dalam pembinaan rutin setiap bulan, perbedaan dalam usaha saya semakin terasa. Benar-benar dahsyat !! Luar biasa !!, janji-janji Allah itu memang benar”, katanya penuh semangat. Ketika diminta untuk melanjutkan ceritanya, mustahiq binaan Zakat Center yang biasa disapa Ibu Sri itu menuturkan bahwa; ”ketika pembinaan rutin, saya sering mendengar dari instruktur bahwa kalau kita ingin hidup kita segalanya menjadi mudah, kita harus dekat dengan Allah, Sang Maha Pemberi Kemudahan. Begitupun ketika kita ingin usaha kita maju, penghasilan bisa terus meningkat dan harta kita menjadi berkah, kita pun harus mendekat kepada Sang Maha Pemberi Rizki”, ujar pedagang kentang goreng dan nugget ini. Lebih lanjut perempuan yang tinggal di daerah Karya Bakti, Karyamulya Cirebon ini menceritakan bahwa, “kehidupan saya saat ini lebih mudah, setiap masalah yang dulu susah untuk dipecahkan jalan keluarnya, kini menjadi lebih gampang untuk diatasi. Ada saja jalan keluarnya. Hal ini berimbas pada keadaan keluarga saya. Keadaan keluarga saya menjadi lebih harmonis. Hati saya menjadi lebih tenang. Dan alhamdulillah, penyakit asam urat yang biasanya sering kambuh, kini sudah tidak lagi”, katanya. Saat ditanya mengenai penyebabnya, ia menuturkan, ”dalam pembinaan selalu disampaikan bahwa beberapa cara agar kita bisa lebih dekat dengan Allah adalah dengan ikhlas melaksanakan perintah-perintah-Nya dan amalan-amalan sunnah Rasul-Nya. Memelihara sholat lima waktu, menjalankan sholat-sholat sunnah, bersedekah setiap saat, merupakan resepnya. Dan itulah yang sekarang saya praktekkan. Saya yakin dengan itu semua saya bisa lebih dekat dengan-Nya, dan doa-doa saya pun bisa mudah untuk dikabulkan. Dan janji-janji Allah itulah yang kini sudah saya buktikan. Oleh karenanya, saya ingin terus istiqomah menjalankannya”, cerita pedagang yang menjalankan usahanya di Kantin SMAN 5 Kota Cirebon ini. Ketika disinggung mengenai harapan dan cita-citanya ke depan, perempuan kelahiran 39 tahun silam ini menyampaikan keinginannya untuk bisa memiliki rumah sendiri. “Saya tidak ingin ngontrak terus. Saya terus berusaha dan berdoa, semoga kelak saya bisa memiliki rumah sendiri yang nyaman. Rumah yang bisa saya dan keluarga tinggali dengan tenang”, harapnya. Amiin !! (Mohan) |
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
Kembali Fokus Belajar dan Ingin Punya Butik Sendiri |
|
|
|
|
Ditulis oleh Maryam Hito
|
|

“Ternyata menjahit itu menyenangkan”, ujar salah seorang penerima Beasiswa Entrepreneurship (kewirausahaan) Zakat Center, Maryam Hito ketika ditanya mengenai keterampilan menjahit yang sedang diikutinya. “Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Beasiswa Entrepreneurship dari Zakat Center. Selain biaya pendidikan setiap bulannya tercukupi, setiap minggu Zakat Center memberikan pelatihan jahit menjahit”, kata siswi MA Salafiyah Kota Cirebon ini. “Sejak dibantu oleh Zakat Center setahun yang lalu, saya mulai bisa konsentrasi untuk belajar. Pikiran saya sudah tidak terbebani lagi dengan bagaimana saya bisa mendapatkan uang untuk bisa membayar SPP di sekolah. Maklum saja, kondisi keluarga serba terbatas, serba pas-pasan. Dan karena tidak banyak pikiran lagi, kini saya bisa leluasa menyalurkan hobi saya sejak dulu yaitu membaca. Saya harus banyak membaca supaya cita-cita saya menjadi seorang ahli hukum bisa tercapai”, terang siswi yang kini masuk 3 (tiga) besar di kelasnya ini. Saat ditanya mengenai perkembangan kemampuannya menjahit, anak asuh yang tinggal di Kanggraksan Harjamukti Cirebon ini menuturkan bahwa “Alhamdulillah, setelah satu tahun saya mengikuti pelatihan jahit menjahit, sekarang saya sudah bisa membuat baju dan rompi. Keterampilan ini sangat berguna buat masa depan saya. Oleh karenanya, saya sangat bersemangat untuk mengikuti petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh instruktur. Saya harus bisa menguasai keterampilan ini, agar kelak saya bisa membuka butik sendiri. Saya ingin mandiri, bahkan saya ingin agar bisa membantu orang tua dan keluarga. Saya ingin membuktikan pada mereka bahwa saya bisa menjadi orang yang sukses, yang bisa membanggakan orang tua dan keluarga”. Dengan penuh semangat ia melanjutkan keinginan dan harapannya ke depan bahwa ia ingin menunjukkan kepada para donatur Zakat Center bahwa tidak percuma telah memberikan bantuan beasiswa kepadanya. Ia akan belajar maksimal dan berjuang dengan sekuat tenaga agar bisa merubah kehidupan keluarganya menjadi lebih baik dan menyenangkan. Amin !! |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Harus Bisa Menjadi Pemberi |
|
|
|
|
Ditulis oleh Ibu Eka Wahyuni
|
|

Tak terhitung sudah berapa kali ucapan terima kasih yang keluar dari Ibu Eka Wahyuni saat diwawancarai oleh team ZISW@ ketika bersilaturahim ke kantor Zakat Center. Ketika ditanya tentang perkembangan usahanya, janda 1 anak ini menuturkan bahwa usahanya semakin berkembang, penghasilannya semakin bertambah, hidupnya pun kini terasa lebih ringan dan mudah. “Setelah pada bulan April yang lalu saya dibantu oleh Zakat Center, barang dagangan saya bertambah banyak. Dan kini semakin banyak. Yang tadinya hanya cukup satu etalase, kini harus saya tempatkan di tiga etalase. Alhamdulillah, penghasilan pun dari hari ke hari tambah meningkat”, ujar penjual pulsa dan souvenir di daerah Karang Jalak Sunyaragi Cirebon ini. “Saya sangat yakin usaha yang kini meningkat drastis ini karena pertolongan Allah melalui sedekah yang saya lakukan. Oleh karenanya, saat ini setiap hari saya berusaha untuk mengisi kotak infaq yang telah disediakan. Bahkan saya sekarang mencoba memberanikan diri untuk merawat anak yatim. Alhamdulillah, di rumah saya saat ini sudah ada 2 orang anak yatim yang tinggal bersama saya. Kasihan mereka masih kecil-kecil sudah ditinggal mati oleh ayahnya, sedangkan ibunya ke luar negeri jadi TKW. Di sini tidak ada yang mengurus. Karenanya saya beranikan diri untuk merawat mereka, walaupun kondisi saya juga pas-pasan. Tetapi, Subhanallah, Maha Suci Allah, saya sekarang benar-benar baru bisa merasakan ketenangan dan ketentraman dalam hidup saya yang sebelumnya belum pernah saya rasakan. Saya merasakan perbedaan yang mencolok dalam kehidupan saya”, katanya penuh keyakinan. Sembari menghela nafas dalam-dalam ia lanjutkan kisah nyata yang ia alami, “Dulu sebelum saya biasakan sedekah setiap hari, hidup terasa sangat berat. Masalah datang bertubi-tubi tak pernah berhenti. Sampai saya sempat putus asa. Namun, alhamdulillah setelah dibantu dan dibimbing oleh Zakat Center dan saya lakukan sedekah setiap hari, masalah yang dulu susah untuk diselesaikan, kini berangsur-angsur dapat saya atasi. Jalan keluar terasa sangat mudah”, tutur Ibu satu anak ini. Ketika ditanya mengenai cita-cita dan keinginannya ke depan, penerima bantuan modal usaha yang biasa disapa Ibu Eka ini langsung meneteskan air mata. Dengan terbata-bata ia menuturkan ”Saya berharap bisa membesarkan anak saya dan kedua anak yatim ini dengan baik sampai mereka menjadi anak-anak yang bisa mandiri, bermanfaat dan berguna buat masyarakat. Saya ingin mereka menjadi anak-anak yang sholeh yang tidak menjadi “sampah” bagi masyarakat. Selain itu, setiap habis sholat Saya berdoa agar usaha saya semakin berkembang dan maju. Saya ingin membeli rumah yang saya tinggali ini. Saya tidak ingin mengontrak rumah terus. Dan entah mengapa saya cocok dengan rumah yang saya kontrak ini. Lingkungannya baik, nyaman dan menyenangkan. Warung saya juga semakin banyak pelanggannya. Saya sangat enjoy tinggal di kontrakan saya. Makanya saya ingin membelinya. Mudah-mudahan Allah mengabulkan doa saya”, ujarnya penuh harap.(*) |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Termotivasi oleh adik-adik aku yang ingin sekolah |
|
|
|
|
Ditulis oleh Didi Rusyadi
|
|

“Ketika pihak sekolah memberikan formulir beasiswa Zakat Center kepada saya, saya langsung bersemangat untuk mengisinya. Bagaimana tidak, yang saya pikirkan saat itu adalah bagaimana agar saya bisa menyelesaikan sekolah saya, dengan tidak menyusahkan ibu. Saya tidak ingin menambah beban hidup ibu saya. Adik-adik saya masih banyak yang sekolah, perlu biaya yang sangat besar”, ujar penerima beasiswa Entrepreneurship yang telah ditinggal wafat ayahnya ini. “Alhamdulillah, setelah saya lulus seleksi dan mendapatkan beasiswa dari Zakat Center. Apalagi setiap minggunya dilatih keterampilan jahit menjahit. Hingga sekarang saya sudah bisa membuat baju dan rompi. Keterampilan ini sangat berarti untuk bekal masa depan saya. Dengan keterampilan ini, saya ingin membantu ibu membiayai sekolah adik-adik saya,” tegas siswa MA Salafiyah yang mempunyai hobi menulis puisi dan cerpen ini. Lebih lanjut, siswa yang bertempat tinggal di Desa Sampiran Talun Cirebon ini mengaku sangat senang bisa menjadi anak asuh Zakat Center. “Selain mendapatkan beasiswa dan pelatihan jahit menjahit, Zakat Center juga memberikan training motivasi “Access (Amazing Acceleration For Success)” serta mengajak Outbond di Sangkanurip Kuningan”, ujarnya sumringah. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Usaha Kian Bertambah & Berkah |
|
|
|
|
Ditulis oleh Admin
|
|

“Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman yang ada di Zakat Center, para donatur, terima kasih semuanya ”, ujar Ibu Supriatin, mustahiq binaan penerima bantuan modal usaha mikro saat diwawancarai oleh reporter ZISW@ mengenai perkembangan usahanya di rumahnya di daerah Sicalung Cirebon ini. Terlihat menerawang, Ibu Supriatin melanjutkan ceritanya,”Terima kasih kepada Zakat Center yang telah membantu usaha saya. Saat itu sekitar awal Juni 2008 saya mendapatkan bantuan modal usaha mikro dari Zakat Center. Saya gunakan bantuan itu untuk menambah jualan pempek saya. Pada perkembangannya usaha saya semakin berkembang. Bukan hanya jualan pempeknya saja yang laris manis, tapi kini saya sudah menambah jenis jualannya, yaitu siomay”. Sembari membetulkan gendongan anaknya, meneruskan kisahnya,”Sangat cepat perubahannya mas !”, Ujarnya meyakinkan. “Kalau dulu saya pinjam gerobak tetangga saya dengan sistem sewa, kini gerobak itu sudah milik saya. Saya coba terapkan anjuran Zakat Center ketika pembinaan, untuk mengisi kotak tabungan dan kotak infaq yang telah disediakan oleh Zakat Center. Dengan uang tabungan itulah, akhirnya saya bisa membeli gerobak ini. Bahkan saat musim panen ini, saya berencana untuk menambah jenis usaha saya, yaitu jual beras door to door. Doain saya ya mas !! “, tuturnya. “Saya sangat yakin usaha yang kini meningkat drastis ini karena pertolongan Allah melalui sedekah yang saya lakukan. Oleh karenanya, saat ini setiap hari saya berusaha untuk mengisi kotak infaq yang telah disediakan”, tegas pedagang yang memasarkan dagangannya di depan STAIN Cirebon ini. “Terima kasih Zakat Center yang telah banyak membantu dan mengenalkan saya pada ilmu sedekah”, katanya diakhir wawancara. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
|
|
<< Mulai < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Halaman 1 dari 2 |