PENGHIMPUNAN DANA ZISWAF
| Jenis Dana | Jumlah |
| Zakat | 6.270.000,00 |
| Infak / Sedekah | 11.327.450,00 |
| Wakaf | 915.000,00 |
| BranKas (Infaq Barang Bekas Berkualitas ) | 2.110.000,00 |
| TOTAL | 20.622.450,00 |
| Selasa, 10/04/2012 | |
Mutiara Islam Hari Ini
Nomor Rekening
Pengunjung ke :






![]() | Today | 33 |
![]() | Yesterday | 254 |
![]() | This week | 287 |
![]() | Last week | 1723 |
![]() | This month | 4947 |
![]() | Last month | 7311 |
![]() | All | 70615 |
Your IP: 38.107.179.218
,
Now is: 2012-05-21 04:43
| Hikmah Asma’ul Husna |
|
|
|
| Ditulis oleh Admin | |||
|
Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) adalah salah satu Asma’ul Husna (nama-nama Allah). Kata Ar-Rahman berasal dari kata rahima, yang artinya menyayangi dan mengasihi. Menurut Ibnu Faris (w. 395 H), seorang ulama ahli tata bahasa Arab; semua kata yang terdiri dari huruf raa, haa dan mim, mengandung makna: kelemahlembutan, kasih sayang dan kehalusan. Sebagai Dzat yang menyandang nama dan sifat Ar-Rahman, Allah adalah Pencurah kasih sayang yang tak terhingga dan tak ada bandingannya. Dalam tata bahasa Arab, kata “Rahman” yang berpola fa’lan termasuk isim mubaalaghah (superlatif), yang berarti menjelaskan tentang sesuatu yang “sangat” atau “paling”. Oleh karenanya, ke-Rahman-an Allah terlimpah bukan hanya kepada manusia saja, namun juga tercurah kepada seluruh makhluk tanpa terkecuali. Sebagaimana Firman-Nya; “Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu” (QS. Al-A’raf: 156). Bahkan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT menjadikan rahmat itu seratus bagian, disimpan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan dan diturunkan-Nya ke bumi ini satu bagian; yang satu bagian inilah yang dibagikan ke seluruh makhluk (yang tercermin antara lain) pada seekor binatang yang mengangkat kaki dari anaknya, terdorong dari rahmat kasih sayang, khawatir jangan sampai menyakitinya” (HR. Muslim). Hanya dengan rahmat Allah yang satu bagian itu, kita dapat menyaksikan perilaku hewan seperti yang dicontohkan dalam hadits di atas. Hanya dengan rahmat-Nya, seekor harimau tidak mau memangsa anaknya sendiri. Justru ia rela bersusah payah untuk menjaga dan mengajarkan anaknya untuk bisa survive (bertahan hidup), tanpa mengharap imbalan. Hanya dengan rahmat-Nya pula seekor induk burung rela terbang tinggi mencari makan berkilo-kilo meter jaraknya demi kehidupan anaknya, tanpa berharap balas jasa. Demikianlah Allah SWT memberi perumpamaan mengenai betapa luasnya curahan rahmat-Nya kepada seluruh makhluk-Nya. Dengan limpahan rahmat-Nya itulah, kehidupan di muka bumi ini bisa terus berlangsung. Oleh karena itulah Allah memerintahkan kepada kita untuk senantiasa menyeru dan menyembah-Nya dengan mengagungkan sifat-Nya, Ar-Rahman. Mengagungkan-Nya tak terbatas hanya melafadzkan-Nya saja, namun lebih dari itu sifat Ar-Rahman-nya Allah harus bisa terinternalisasi (masuk melandasi setiap gerak langkah kehidupan kita). Sifat mengasihi terhadap sesama haruslah tertanam kuat dalam benak kita sehingga perbuatan dan tingkah laku kita mencerminkan sifat utama tersebut. Bukankah Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah sempurna keimanan salah seorang diantara kamu sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari dan Muslim). Ketika kita mampu untuk mengejawantahkan (mengaplikasikan) nilai-nilai kasih dan sayang terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari, maka akan terpupuklah semangat kepedulian sosial. Kepedulian sosial inilah yang akan menjadikan kita masuk kategori orang-orang pilihan, karena kita mampu untuk memberikan manfaat bagi sebanyak mungkin manusia, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lainnya” (HR. At-Tabrani).
|
Login Form
Asmaul Husna
Galeri Foto
Polls
Konsultasi Online
| M. Anwar |
| Toto Aryoto S. |










