|
Ditulis oleh Admin
|
|

Pertanyaan : Bpk. Erman, Sumber Cirebon Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya masih belum paham tentang istilah “nishab” dalam zakat. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan “nishab” ? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Jawaban : Wa'alaikumsalam Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya. “Nishab” adalah batas minimal harta yang wajib dizakati atau jumlah minimal harta kekayaan yang harus dikeluarkan zakatnya. Telah mencapai nishab merupakan salah satu syarat harta wajib dizakati. Seperti hasil pertanian, nishabnya adalah 5 (lima) Ausuq atau setara dengan 653 kg gabah kering (520 kg beras). Hal ini berlandaskan Hadits Nabi SAW yang berbunyi; ” …Tidak wajib bayar zakat pada kurma yang kurang dari 5 ausuq”. (H.R. Muslim). Kalau 5 (lima) ausuq dikonversikan ke ukuran kilogram, maka penghitungannya sebagai berikut; Ausuq jamak dari wasaq 1 wasaq = 60 sha' 1 sha' = 2,176 kg Jadi, 5 wasaq sama dengan 5 x 60 sha' x 2,176 kg = 652,8 kg dibulatkan menjadi 653 kg gabah kering atau setara 520 kg beras. Dari perhitungan ini dapat dijelaskan bahwa apabila seorang petani pada saat panen berhasil menghasilkan minimal 653 kg gabah kering atau setara 520 kg beras, maka ia sudah wajib mengeluarkan zakat. Hal ini berlaku pula pada tanaman atau buah-buahan lainnya. Sedangkan nishab untuk zakat emas adalah 20 dinar (85 gram emas murni) dan untuk zakat perak adalah 200 dirham (595 gram perak). Berdasarkan hitungan yang mu'tabar; 1 dinar emas = 4,25 gram, maka nishab emas; 20 x 4,25 gram = 85 gram. 1 dirham = 2,975 gram, maka nishab perak; 200 x 2,975 gram = 595 gram Jadi, apabila seseorang memiliki minimal 85 gram emas atau 595 gram perak selama satu tahun, maka ia sudah wajib mengeluarkan zakat. Waallahua'lam bisshowab.
|