PENGHIMPUNAN DANA ZISWAF

Jenis Dana
Jumlah
Zakat 6.270.000,00
Infak / Sedekah
11.327.450,00
Wakaf
915.000,00
BranKas (Infaq Barang Bekas  Berkualitas )
2.110.000,00
TOTAL 20.622.450,00
Selasa, 10/04/2012

Mutiara Islam Hari Ini

Nomor Rekening

  • bmi2.jpg
  • bni.jpg
  • bni syariah.jpg
  • bri s2.jpg
  • btn s2.jpg
  • logo bjb s.jpg
  • syariah mandiri.jpg

Pengunjung ke :

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday27
mod_vvisit_counterYesterday254
mod_vvisit_counterThis week281
mod_vvisit_counterLast week1723
mod_vvisit_counterThis month4941
mod_vvisit_counterLast month7311
mod_vvisit_counterAll70609

Online (20 minutes ago): 6
Your IP: 38.107.179.220
,
Now is: 2012-05-21 04:36


Kisah seorang Lajang PDF Cetak Email
Ditulis oleh Ibu Hj. Andaka Wijaya   
Pemuda muslim lajang bernama Sulaeman The Siu Lim ini aktif mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Yayasan Haji Karim OEI Cirebon. Sudah lama bujangan lajang ini mendambakan seorang calon istri Muslimah yang baik hati.
Suatu ketika, Yayasan Haji Karim OEI pusat di Jakarta mendapat undangan dari Masjid Raya Cikampek dan sekretaris pembina yayasan, Bapak Drs. Yunus Yahya diminta berceramah. Bapak Yunus mengajak serta jamaah dari cabang Cirebon untuk bertemu disana, maka berangkatlah rombongan kami dari Cirebon termasuk Sulaeman.
Sejak awal acara, Sulaeman sudah terkesan oleh penampilan suara merdu saritilawah dari Yayasan Haji Karim OEI Jakarta. Bapak Yunus memperkenalkan kepada jamaah masjid bahwa saritilawah tersebut dilantunkan oleh seorang muallaf  bernama Latifah Tan Kim Nio “ aduh namanya bagus betul dan sangat feminim “ batin Sulaeman.
    Sayang sampai acara selesai dan saat mereka kembali ke Jakarta, Sulaeman tidak sempat melihat jelas wajah Latifah, apalagi berbincang - bincang. Maklum Masjid Raya Cikampek sangat luas dan mereka duduk berjauhan. Hanya nama yang indah dan suara Latifah yang masih meninggalkan kesan.
    Mengetahui gelagat baik ini, kami berinisiatif untuk mengajak Sulaeman menghadiri acara Cermin ( Ceramah Minggu ) yang diselenggarakan setiap hari minggu di kantor Yayasan Haji Karim OEI Jakarta, menjajaki kemungkinan terjalin hubungan lebih erat antara Latifah dan Sulaeman. Sesampainya disana, Sulaeman kebingungan melihat begitu banyak remaja puteri yang juga berjilbab seperti Latifah. Ketika kami mencandai Sulaeman bertanya “Wah, yang mana yang namanya Latifah, yah ?” Giliran kami jadi bengong : “Lho, kamu bersemangat ke Jakarta bukannya sudah kenal dengan Latifah ? “
    Akhirnya kami sekenariokan mereka agar bisa berkenalan. Latifah menyebut namanya Latifah Oey Hong Lan, “ Loh katanya Tan Kim Nio “ kata Sulaeman dan kami bebarengan. Oh, ternyata Pak Yunus sendiri tidak hafal nama kecil yang diberikan oleh orang tua Latifah padanya, tapi untuk kepentingan syiar (menunjukan keberadaan Muslim keturunan Cina ) pada waktu di Cikampek beliau asal saja menyebut nama yang kebetulan berkelebat diingatnya, ada - ada saja Pak Yunus ini.
    Tapi alhamdulillah, bagi Sulaeman nama tidak terlalu pentingTan Kim Nio dan Oey Hong Lan sama bagusnya dan yang penting dia menemukan calon istri yang ternyata juga pandai melantunkan ayat - ayat suci Al - Quran.
Tak lama kemudian, keluarga Sulaeman datang untuk melamar dan Alhamdulillah mereka sekarang telah menjadi pasangan suami istri yang berbahagia dan telah dikaruniai seorang putera yang sehat dan lucu. (*)
 

Login Form



Asmaul Husna

Galeri Foto

  • img_03.jpg
  • img_0341.jpg
  • img_0672.jpg
  • img_0715.jpg
  • img_0741.jpg
  • img_4876.jpg
  • img_5320.jpg
  • img_6021.jpg
  • img_6126.jpg
  • khitan edit.jpg
  • liputan 004.jpg
  • liputan 027.jpg
  • liputan 181.jpg
  • liputan 193.jpg
  • liputan 194.jpg
  • spanduk binaan 016.jpg
  • spanduk binaan 019.jpg
  • spanduk binaan 030.jpg
  • spanduk binaan 033.jpg

Polls

Kemanakah Anda Menyalurkan Zakat Mal Anda Selama Ini ?
 

Konsultasi Online

M. Anwar
Toto Aryoto S.

Who's Online

Ada 1 tamu online

Share

Delicious