PENGHIMPUNAN DANA ZISWAF

Jenis Dana
Jumlah
Zakat 1.555.000,00
Infak / Sedekah
7.979.000,00
Wakaf
1.680.000,00
BranKas (Infaq Barang Bekas  Berkualitas )
157.000,00
TOTAL 11.371.000,00
Senin, 09/01/2012

Mutiara Islam Hari Ini

Nomor Rekening

  • bmi2.jpg
  • bni.jpg
  • bni syariah.jpg
  • bri s2.jpg
  • btn s2.jpg
  • logo bjb s.jpg
  • syariah mandiri.jpg

Pengunjung ke :

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday46
mod_vvisit_counterYesterday84
mod_vvisit_counterThis week130
mod_vvisit_counterLast week868
mod_vvisit_counterThis month580
mod_vvisit_counterLast month4058
mod_vvisit_counterAll49946

Online (20 minutes ago): 2
Your IP: 38.107.179.217
,
Now is: 2012-02-06 14:05
  • aqiqah.jpg
  • brankas.jpg
  • wakaf.jpg


Kisah
Akhirnya… Allah Undang Aku PDF Cetak Email
Ditulis oleh Toto Aryoto Suswanto   

Seperti biasanya hari-hari kumulai dengan bangun malam pkl. 03.00 WIB. Karena sudah terbiasa bangun malam, tak canggung mata ini untuk kubuka. Dengan sangat ringan aku gerakkan tubuh ini untuk menjauhi tempat tidur. Aku pun sudah terbiasa untuk langsung mandi. Kurasakan begitu segarnya badanku saat air di bak mandi kusiramkan.

“Segar sekali rasanya tubuhku ini. Terima kasih ya Allah. Engkau anugerahkan air ini kepadaku, sehingga di pagi ini badanku terasa sangat segar dan bersemangat. Mudah-mudahan badanku tetap Engkau berikan kesehatan sehingga aku tetap nyaman dan nikmat beribadah kepada-Mu”, ucapku dalam hati.

Setelah beberapa saat menikmati guyuran air, aku pun bersiap untuk sholat tahajud di musholla kecil rumahku. Kupakai sarung, baju koko dan peci. Dan setelah berwudhu, aku pun langsung menuju musholla. Kugelar sajadah yang sudah kupersiapkan sejak semalam dan ku hadapkan wajahku kearah kiblat.

Terbetik dalam hati, “Aku tak akan menyia-nyiakan kembali kesempatan yang telah Allah berikan padaku malam ini, sehingga aku bisa bangun malam seperti ini. Seperti biasanya aku gunakan malam-malam sehabis bangun tidur, khusus untuk “berkomunikasi” dengan Sang Maha Pencipta.  Aku khususkan pada malam hari untuk memohon ampun kepada Allah. Aku menyadari bahwa dosaku sangat banyak bertumpuk-tumpuk. Tak terhitung sudah berapa banyak dosa dan maksiat yang telah aku lakukan. Aku pun khususkan, setiap malam untuk memohon kepada Allah agar ridho-Nya melingkupi setiap gerak langkah kehidupanku. Doa-doaku pun terus kupanjatkan kehadirat-Nya. Aku sangat yakin ampunan dan perkenan-Nya atas doa-doaku akan Allah kabulkan, karena aku yakin dengan janji-Nya dalam QS. Al-Israa: 79; ”Dan pada sebahagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”.

Baca selengkapnya...
 
Materi dan Kebahagiaan PDF Cetak Email
Ditulis oleh Toto Aryoto S.   

Suatu hari sebuah keluarga kecil terlihat sedang bermain-main di pinggir kolam di tengah taman kota. Nampak sang ayah sedang asyik bermain bola dengan putra laki-lakinya di tanah lapang yang sebenarnya tak cukup luas untuk tempat bermain bola. Sementara istrinya bersama anak perempuannya terlihat sedang asyik memainkan ayunan yang memang telah disediakan oleh pihak pengelola taman. Senyuman tampak terus mengembang di wajah mereka. Sesekali suara tawa terdengar dari mulut mereka.

Satu jam kemudian, nampak orang tua dan kedua anaknya itu berlari-lari kecil menuju sebuah pohon besar yang ada di pinggir kolam. Sesampainya di bawah pohon itu, mereka langsung menggelar tikar yang sedari tadi dibawa.  Satu persatu isi dari kantong kresek hitam yang dibawa dikeluarkan. Dengan perlahan sang ibu menata isi kantong kresek tersebut di atas tikar. Lima menit kemudian telah terhidang sebakul nasi dan lauk pauknya. Tempe, tahu, ikan asin dan semangkuk sayur asem beserta sambal terasinya sudah siap untuk disantap.

Baca selengkapnya...
 
Istri - Istri Muallaf PDF Cetak Email
Ditulis oleh Ibu Hj. Andaka Wijaya   
  Setiap kali saya bertemu Muslimah yang menikah dengan Muallaf, saya selalu mengatakan: “Kalian wanita hebat ! kenapa ? Mereka tidak hanya menantu di keluarga suaminya, yang tentunya berkewajiban menaati adab sebagai menantu menurut tatanan yang ada. Tetapi yang tak kalah penting, mereka membawa nama islam. Mereka juga akan di amati ekstra, karena keislaman mereka.
  Belum lagi keluarga sendiri sering menghujani pertanyaan seperti: “Kamu masih shalat?, Puasa?, Kapan haji?, Kami belum percaya keislaman kalau kalian belum Haji !.....” dst.... dst....
Nah kebayang, kan betapa kompleksnya masalah yang harus dihadapi?
Selamat berjuang para istri Muallaf, semoga Allah SWT. memberi kekuatan dan ketabahan, Jadilah menantu kesayangan !!!
 
Muallaf Berkulit Coklat PDF Cetak Email
Ditulis oleh Ibu Hj. Andaka Wijaya   
  Berbicara mengenai muallaf di Indonesia, biasanya kita langsung tertuju pada sosok kulit kuning bermata sipit. Memang karena mayoritas penduduk Indonesia beragama islam maka kehadiran muallaf berkulit coklat dan bermata besar “agak terlupakan” bahkan ada kalangan masyarakat yang kurang pengetahuannya terheran - heran, kok ada ya orang Indonesia yang bukan muslim.
  Kalau muallaf etnis cina lebih “beruntung” karena lebih menarik perhatian, maka kita juga harus memperhatikan muallaf dari berbagai suku di Indonesia ini. Mereka tak kalah beratnya menentang badai. Terkadang karena melihat mereka sama coklatnya dan sama bermata besar, mereka dibiarkan berjalan sendiri, seperti tidak ada persoalan apa - apa.
  Yayasan Haji Karim OEI yang menyandang nama OEI sering diasosiasikan eksklusif untuk muallaf etnis cina, padahal pengurus dan jamaahnya bercampur baur dari berbagai suku. Dalam arsip kami tertera nama - nama Jawa, Manado, Batak, Timor bahkan “bule”. Nah karena di Cirebon belum ada Organisasi Muallaf “Pribumi”, Nimbrung di Yayasan Haji Karim OEI pun Cincay, lah !!!
 
Bunga Rampai Muallaf PDF Cetak Email
Ditulis oleh Ibu Hj. Andaka Wijaya   
  Setelah menjadi Muallaf, tak terhindarkan Kami menjadi sorotan di masyarakat, entah dari kalngan muslim maupun dari agama lama Kami terutama dari keluarga. Dari kalangan muslim, mereka sering menyorot : kok belum sholat 5 waktu? Puasa tidak? Sudah bisa baca Al-Qur’an belum? Sudah bisa baca do’a belum? dll. Dari keluarga sendiri mereka sering mengamati dan sering sengaja mencari kesalahan kami, mencari celah untuk menyalahkan Islam. Kami tidak terlalu menyalahkan mereka karena harus kita akui, informasi yang mereka terima tentang Islam dan “Islam” yang mereka lihat sering berdasarkan prasangka belaka.
  Para Muallaf juga mempunyai “tugas” ekstra. Mereka tidak hanya mencari keselamatan dunia akhirat untuk mereka pribadi, tetapi bertanggung jawab membawa nama Islam ( setelah memeluk agama Islam mereka bertambah baik atau tidak, _red). Jadi muallaf mempunyai posisi strategis sebagai ujung tombak dakwah. Untuk itu para muallaf harus terus menerus menimba ilmu dan mengamalkannya, tampilkan akhlak yang islami.
Tak kalah pentingnya adalah metode pembinaan yang khas untuk para muallaf, suasana kondusif dan persuasif sehingga Muallaf yang belum “jadi” ini selanjutnya berkembang menjadi Muslim/Muslimah hebat. Selamat berjuang, Muallaf !!!
 
<< Mulai < Prev 1 2 Next > End >>

Halaman 1 dari 2

Login Form



Asmaul Husna

Galeri Foto

  • img_03.jpg
  • img_0341.jpg
  • img_0672.jpg
  • img_0715.jpg
  • img_0741.jpg
  • img_4876.jpg
  • img_5320.jpg
  • img_6021.jpg
  • img_6126.jpg
  • khitan edit.jpg
  • liputan 004.jpg
  • liputan 027.jpg
  • liputan 181.jpg
  • liputan 193.jpg
  • liputan 194.jpg
  • spanduk binaan 016.jpg
  • spanduk binaan 019.jpg
  • spanduk binaan 030.jpg
  • spanduk binaan 033.jpg

Polls

Kemanakah Anda Menyalurkan Zakat Mal Anda Selama Ini ?
 

Konsultasi Online

M. Anwar
Toto Aryoto S.

Who's Online

Ada 3 tamu online

Share

Delicious