Nomor Rekening
Pengunjung ke :







![]() | Today | 209 |
![]() | Yesterday | 276 |
![]() | This week | 209 |
![]() | Last week | 2735 |
![]() | This month | 7044 |
![]() | Last month | 13109 |
![]() | All | 185412 |
Your IP: 72.44.48.122
,
Now is: 2013-05-19 14:58
- Error
| Griya Tahfidz Biasakan Dhuha, Tahajud dan Puasa Senen Kemis |
|
|
|
| Ditulis oleh Toto Aryoto Suswanto | |||
|
CIREBON – Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Sudah menginjak tahun kedua, Griya Tahfidz Zakat Center lahir. Program pendidikan penghafal Al-Qur’an yang digelar oleh lembaga zakat ini berjalan sesuai dengan harapan. Suatu program yang bertujuan untuk mencetak penghafal-penghafal Al-Qur’an yang mampu untuk memahami Al-Qur’an dan mau mengamalkan isinya serta menyebarluaskannya kepada orang lain terus digulirkan dan disempurnakan. Menurut Manager Fund Empowering (Penyaluran & Pendayagunaan Dana) Zakat Center, Misja, S.EI, program ini merupakan salah satu dari program penyaluran dana infaq yang dikhususkan untuk anak yatim dan dhuafa. Anak yatim dan dhuafa yang masuk dalam program ini akan menerima bantuan beasiswa penuh dari Zakat Center. Pria yang beberapa waktu lalu telah mengakhiri masa lajangnya ini menjelaskan bahwa, “Semua kebutuhan hidup sehari-hari, dari mulai biaya makan, uang saku, uang transportasi, perlengkapan harian dan biaya sekolah, semuanya ditanggung oleh Zakat Center. Mereka tinggal di Griya Tahfidz, sebuah rumah yang dijadikan asrama untuk membina dan membimbing mereka menghafal dan mengkaji Al-Qur’an”. Sementara itu, saat ditanya mengenai perkembangan santri Griya Tahfidz, pengasuh Griya Tahfidz, Tati Hartati, S.Th.I menuturkan bahwa perkembangan santri Griya Tahfidz dari hari ke hari menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Alhamdulillah, perkembangan keilmuan serta wawasan keagamaan anak-anak yatim dan dhuafa yang menjadi santri Griya Tahfidz ini sangat menggembirakan. Penguasaan terhadap bacaan dan hafalan Al-Qur’an pun semakin meningkat”. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam upaya menjadikan santri-santri Griya Tahfidz menjadi generasi qur’ani yang tangguh dan berkarakter Islami, setiap hari para santri dibiasakan untuk melakukan ibadah sunnah. “Selain ibadah wajib, para santri kami bimbing dan biasakan untuk bangun malam, melakukan sholat tahajud, hajat, witir, dll. Saat pagi hari, kami biasakan mereka juga untuk sholat Dhuha. Begitu pun ketika hari senin atau kamis, kami biasakan mereka untuk melaksanakan puasa senen-kemis”, tuturnya. Saat disinggung mengenai tujuan pembiasaan ini, wanita berpenampilan kalem ini menuturkan bahwa pembiasaan melakukan ibadah sunnah ini adalah bagian dari pengaplikasian (pengamalan) ajaran Al-Qur’an. “Dengan melakukan ibadah-ibadah sunnah berarti kita sudah mengamalkan sebagian dari ajaran Allah dan Rasul-Nya. Dengan pengamalan itu, berarti kita akan semakin dekat dengan Allah. Ketika kita kian dekat dengan Allah, niscaya apapun keinginan dan doa yang kita panjatkan kepada-Nya, pasti akan mudah dikabulkan”, terangnya bersemangat. Di akhir wawancara, wanita berlesung pipit ini menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk program ini. Ia juga menuturkan bahwa, “Dalam setiap kesempatan, saya sering sampaikan kepada para santri untuk juga mendoakan para donatur yang telah mendonasikan dananya sehingga program ini bisa berjalan dan terus berkembang. Semoga, sumbangsih semua pihak yang telah mensukseskan program ini menjadi amal jariyah, yang pahala akan terus mengalir”, doanya penuh harap. Semoga!!
|
Login Form
Asmaul Husna
Galeri Foto
Polls
Konsultasi Online
| M. Anwar |
| Toto Aryoto S. |










