Amal Yang Di Bawa Mati

Amal Yang Di Bawa Mati

Category : ZC-Team

“Setiap jiwa akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (Ali ‘Imran: 185)

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya : “Jika seseorang meninggal dunia,maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do’a anak yang sholeh” (HR.Muslim )

Diriwayatkan dari imam Bukhori dan imam Muslim. Tentang perkara yang berkaitan dengan simayit.

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ؛ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ؛ فَرَجَعَ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، رَجَعَ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ

Artinya : “Tiga perkara yang akan mengantarkan seorang mayit: keluarga, harta, dan amalannya. Dua perkara akan kembali dan satu perkara akan tetap tinggal bersamanya. Yang akan kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tetap tinggal bersamanya adalah amalannya.” (Muttafaqun ‘alaih)

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang sedang pergi atau yang sedang numpang lewat.”

Hidup dan mati adalah sebuah ujian ?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِن تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيم.

“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.at-Taghobun[64]:14)

Dalam menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir  berkata, Allah SWT. Berfirman memberitakan tentang istri-istri dan anak-anak , bahwa sebagian dari mereka ada yang menjadi musuh bagi seorang suami dan ayah. Maksudnya, dikarenakan istri dan anaknya seseorang bisa melalaikan amal shaleh.

مَّنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ.

Artinya : “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Tuhan-mu menganiaya hamba-hamba-Nya. “ (QS.Fushsilat [41]:46)

Allah SWT. Berfirman dalam Al-qur’an dalam surat Ar-Rum:

مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ.

Artinya :

“Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan),”(QS.ar-Rum [30]:44)

Rosululloh Saw. Bersabda :

“ Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya mayat itu mendengar ketukan alas kaki mereka ketika pulang. Jika dia seorang mukmin, maka sholat akan berada diatas kepalanya, zakat disebelah kanannya, puasa disebelah kirinya, perbuatan baik ma’ruf dan ikhsan kepada manusia berada diarah kakinya. Ketika hendak didatangi dari arah kepalanya, Sholat segera berkata. “Tidak ada pintu masuk dari arahku.” Kemudian Beliau menyebutkan seluruh amal yang lain seperti itu juga. Adapun tentang orang yang kafir, beliau bersabda, “Ia didatangi dari semua arah ini, maka tidak ada satupun yang menjaganya disana. Maka, dia didudukan dalam keadaan takut dan gemetar.”(HR.Ibnu Hibban, Abdur Rozaaq dan al-Hakim)

Amalan Orang Hidup Yang Bermanfaat Bagi Si Mayit ?

Karena kemurahan dan karunia Allah SWT, seorang yang mati masih bisa menikmati manfaat dari sebagian amal yang pernah diamalkannya. Dia juga bisa mendapatkan manfaat dari sebagian amal orang-orang yang masih hidup. Di antara perkara yang masih terus bermanfaat bagi seorang yang telah mati adalah:

  1. Shadaqah jariyah, contohnya wakaf dan sejenisnya.

Seorang akan terus mendapatkan pahala shadaqah jariyah yang ia lakukan, seperti membangun masjid, pesantren, jalan atau wakaf-wakaf lainnya dalam perkara yang baik. Rasulullah menyatakan:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍصَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya :“Jika seorang meninggal, terputus amalannya kecuali tiga: shadaqah yang terus mengalir pahalanya, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra)

  1. Ilmu yang bermanfaat

Ilmu yang bermanfaat yang ia ajarkan kepada orang lain akan terus – menerus mengalirkan pahala baginya walaupun ia telah tiada, sebagaimana dalam hadits di atas. Selain hadits di atas, Rasulullah SAW juga menjelaskan:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

Artinya : “Barangsiapa yang berdakwah kepada petunjuk (kebaikan) maka dia mendapatkan pahala seperti pahala yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra )

Beliau Rosulullah SWA  juga bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Artinya : “Barangsiapa yang menuntunkan sunnah yang baik maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang telah melakukannya.” (HR. Muslim dari Jarir bin Abdillah )

  1. Shadaqah yang dilakukan anak atas nama orangtuanya

Para ulama menjelaskan bahwa semua amalan baik seorang anak itu bermanfaat bagi orang tuanya. Orang akan mendapatkan pahala seperti yang diperoleh anaknya, karena anak adalah hasil usaha orangtua. Allah l berfirman:

وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ٣٩

Artinya: “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah iusahakannya.” (An-Najm: 39)

  1. Doa kaum mukminin

Di antara yang menunjukkan hal ini adalah ayat Allah l:

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعۡدِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِي قُلُوبِنَا غِلّٗا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٞ رَّحِيمٌ١٠

Artinya: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), berdoa: ‘Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang’.” (Al-Hasyr: 10)

Di antara dalil masalah ini adalah disyariatkannya melaksanakan shalat jenazah dan ziarah kubur. Karena shalat jenazah disyariatkan untuk mendoakan si mayit. Rasulullah SAW berkata:

إِذَا صَلَّيْتُمْ عَلَى الْمَيِّتِ فَأَخْلِصُوا لَهُ الدُّعَاءَ

Artinya: “Jika kalian menshalatkan mayit, maka ikhlaskanlah doa baginya.” (HR. Abu Dawud dari sahabat Abu Hurairah)

Beliau Rosululllah SAW juga bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللهِ شَيْئًا إِلَّا شُفِّعُوافِيهِ

Artinya: “Tidaklah ada muslim yang meninggal kemudian menshalatkan jenazahnya empat puluh orang yang tidak melakukan syirik, kecuali mereka akan diizinkan memberi syafaat kepadanya.” (HR. Muslim)

Demikian juga, ziarah kubur disyariatkan untuk mendoakan si mayit.

  1. Pembayaran hutangnya walaupun dilakukan bukan oleh ahli warisnya

Adapun utang-piutang, seorang boleh membayarkan hutang orang lain yang telah meninggal walaupun bukan dari kerabatnya sekalipun, dan si mayit terbebas dari beban hutang tersebut. (bisa Lihat kitab Ahkamul Jana’iz hal. 212-226


Leave a Reply

shares

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/advercom/public_html/zakatcenter.org/wp-includes/functions.php on line 3778