MotivasiZC-Team

Cerita hikmah : SODAQOH??? SEGERAKAN!!!!!

Irwan adalah mahasiswa tingkat akhir salah satu universitas ternama di Cirebon, jauh dari orang tua begitu sangat sulit dia rasakan, namun dia terpaksa harus jauh, demi membahagiakan ibunya yang kini menjadi orang tua tunggal untuk dirinya dan adik perempuannya. Ibunya begitu sangat bemimpi melihat anak-anaknya sukses dan mendapatkan Pendidikan di jenjang yang paling tinggi.

Menyadari hanya tinggal ibunya seorang yang membiayainya, dia berusaha irit bahkan bekerja paruh waktu demi membiayai kebutuhan sehari-harinya. Namun tak di pungkiri walau irwan berasal dari keluarga yang pas-pasan tapi Pendidikan agamanya tidak diragukan, karena mendiang ayahnya sangat tegas dalam mendidik anaknya. Dalam hal ibadah Irwan sangatlah luar biasa sholat 5 waktu selalu tepat waktu dan baca al-qurannya pun rutin, bahkan dalam hal berbagi pun tak diragukan.

Dalam kamar kos-nya terdapat 3 toples yang masing-masing dikasih label sodaqoh/infaq, tabungan, dan konsumsi sehari-hari. Jadi setiap dia mendapat gaji dari kerja paruh waktunya dia sisihkan terlebih dahulu untuk sodaqoh/ infaq, kemudian untuk di tabung dan selebihnya untuk kebutuhan sehari-hari.

Pada suatu hari tiba waktunya dia harus bayar semester akhir yang jumlahnya Rp 3.500.000,- namun saat itu tabungan yang dimiliki Irwan tak sebanyak itu, Irwan pun mulai gelisah memikirkan apa yang harus dilakukan karena kalau menunggu gajihan masih lama sedang paling lambat pembayaran itu minggu ini. Jika tak dibayar minggu ini juga maka Irwan tak bisa mengikuti ujian semester akhir.

Akhirnya Irwan curhat ke teman sejawatnya, dan hendak meminjam ke temannya tersebut. Namun temennya menolak untuk membantu. Irwan makin tidak karuan dia melihat ke arah toples infaq/sodaqoh dan dihitunglah uang infaq/sodaqoh itu dan itu pas dengan yang harus dia bayarkan ke kampus, hingga akhirnya dia berfikir untuk menggunakan uang itu dulu baru nanti akan diganti, tapi hati yang terdalam tak menghendaki itu.

Sepanjang jalan menuju kampus antara hati dan pikiran Irwan bertarung hingga membuat Irwan pun makin gelisah. Di tengah perjalanan ada anak kecil meminta bantuan untuk menyelamatkan panti asuhan yang terancam direbut oleh pihak lain. Anak kecil itu meminta dengan sangat sampai-sampai Irwan tak tega melihatnya dan memberinya uang itu, dan Irwan pun langsung menuju panti asuhan tempat anak itu tinggal. Walaupun berat tapi Irwan tetap memberikan uang itu karena ia meyakini bahwa sebenarnya uang yang ia pegang adalah rejeki panti itu yang Allah titipkan padanya.

Irwan pasrah, toh kuliah bisa diulang tahun depan dan Irwan pun menyadari untuk menghindari hal ini terjadi lagi (uang infaq mau dipakai dulu) uang infaq atau sodaqoh itu harus secepatnya di berikan pada yang berhak. Teman Irwan pun menghampiri dan Irwan pun menceritakan segalanya (dengan rasa haru temennya memeluk Irwan), temen Irwan yang tadinya menolak untuk membantu tapi saat itu juga menawarkan untuk membantu karena hatinya terketuk oleh perilaku Irwan yang sangat Luar biasa itu walau dalam kesulitan namun tetap mengutakan hak orang lain. Irwan sempat menolak namun temennya itu memaksa dan berkata “mungkin ini rejeki kamu yang Allah titipkan pada saya”. Sambal tertawa riang mereka pun bergegas pergi dan segera dibayarlah lah uang itu untuk ujian semester akhir.

semoga bermanfaat..

jika bermanfaat share ya,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.