Monthly Archives: Agustus 2017

MEWAKILI KECAMATAN PLERED, PESANTREN SEPAKBOLA ZAKAT CENTER JUARA 1 TINGKAT PELAJAR SEKABUPATEN CIREBON

Cirebon (26/08/2017)., Turnamen yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISBUDPARPORA) kabupaten Cirebon ini dimulai dari tanggal 22 – 26 Agustus 2017 dengan tujuan mencari bibit-bibit muda yang berbakat dibidang sepakbola, ungkap Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISBUDPARPORA) kabupaten Cirebon, H. Hartono.
Turnamen sepakbola pelajar tingkat SMP sederajat ini diikuti oleh seluruh kecamatan di kabupaten Cirebon. Walaupun ada beberapa kecamatan yang tidak mengirimkan wakilnya. Pesantren sepakbola Zakat Center sendiri diminta oleh kecamatan Plered untuk mewakili dalam turnamen ini.
Pada laga awal Pesantren Sepakbola Zakat Center berhadapan dengan kecamatan Sumber dan berhasil menang lewat adu pinalty dengan skor 5-4. Dilaga selanjutnya Pesantren Sepakbola Zakat Center berhasil mengalahkan kecamatan susukan dengan skor 3-2. Dari hasil ini Pesantren Sepakbola Zakat Center berhak melaju ke babak delapan besar. Di laga delapan besar Pesantren Sepakbola Zakat Center berhadapan dengan kecamatan kedawung dan menang dengan skor 8-0. Kemenangan ini mengantarkan Pesantren Sepakbola Zakat Center ke babak semi final berhadapan dengan kecamatan Ciledug dan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 3-0. Hasil ini mengantarkan Pesantren Sepakbola Zakat Center ke babak final.
Dilaga final Pesantren Sepakbola Zakat Center berhasil menundukan kecamatan Weu dengan skor 3-0 dalam laga yang ketat. Kemenagan ini membawa Pesantren Sepakbola Zakat Center sebagai juara turnamen sepakbola oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISBUDPARPORA) kabupaten Cirebon tahun 2017.
Selain sebagai juara di turnamen ini, Pesantren Sepakbola Zakat Center juga berhasil merebut top skor dan pemain terbaik turnamen ini. Kami mengucapkan terimakasih bayak atas segala dukungannya kepada kami.

cek videoanya disini
http://www.radarcirebon.tv/2017/08/28/mantab-kec-plered-juara-turnamen-sepak-bola-antar-smp/

21032671_1885728415021636_5605747386746446789_n


Pembinaan Mitra Binaan Zakat Center Dalam Semarakan kemerdekaan Indonesia ke 72

Cirebon, (20/08/2017)., Bertempat dihalaman kantor Zakat Center Cirebon, keriangan terlihat dari wajah para mustahik binaan Zakat Center dalam mengikuti acara pembinaan yang diadakan oleh Zakat Center. Pembinaan kali ini diisi tidak seperti pembinaan biasanya karena pembinaan pada bulan Agustus ini terbilang sangat spesial karena bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 72.

Acara-acara yang diberikan oleh panitia diikuti dengan riang gembira oleh para peserta yang hadir. Peserta pada kali ini tidak hanya dari mitra binaan saja tetapi juga para santri Griya Tahfidz dan Pesantren Sepakbola yang turut hadir berpartisisipasi dalam acara kemerdekaan indonesia k72 yang diselenggarakan oleh Zakat Center.

Beragam acara dari mulai tarik tambang, lomba balap karung, menarik koin di pepaya dengan mulut dan lain sebagainya memberikan warna tersendiri dari kemerdekaan Indonenesia ke 72 ini. Tak lupa rasa syukur atas segala  nikmat yang Allah berikan termasuk nikmatnya hidup yang terbebas dari perang, patut untuk selalu disyukuri.

Harapan dari Zakat Center Semoga dihari kemerdekaan ke 72 ini, Indonesia dapat menjadi negara yang “baldatun thoyibatun” seperti yang digambarkan dalam Al-quran serta masyrakatnya memiliki akhlalakuk karimah. Aamiin

Bagi Kami Merdeka Adalah Merdeka Dari Segala Kejahiliyahan Akhlak Dan Ilmu

WhatsApp Image 2017-08-22 at 09.50.38


KISAH NYATA SEORANG PENJUAL KAMBING KURBAN YANG MENANGIS

Category : Kisah , ZC-Team

Setahun sekali, melalui Idul Adha ini, bagi umat muslim yang mampu diperintahkan untuk berkorban dengan bentuk pengorbanan binatang, baik itu sapi maupun kambing.

Syariat ini besrasal dari peristiwa pengorbanan hewan yang biasa dilakukan oleh Nabi Ibrahim alaihissalam. Ibrahim memang suka berkurban dengan ratusan bahkan ribuan hewan ternak yang dimiliki sebagai bentuk menjalankan perintah Allah.

“Jangankan harta, anak pun akan kukorbankan kalau itu perintah Allah,” demikianlah kalimat yang Nabi Ibrahim keluarkan ketika diatanya oleh umatnya.

Lantas, apakah kita yang memiliki kemampuan secara materi sudah mengeluarkan sedikit dari harta kita untuk berkurban? Semoga kisah berikut ini bisa memberi kita kesadaran tentang berkurban.

Kisah ini dituturkan oleh seorang penjual hewan kurban. Ia tak sanggup menahan tangis saat mengetahui siapa sebenarnya orang yang membeli seekor kambing darinya di hari itu. Ketika Anda membaca kisah ini dengan hati, Anda pun dijamin tak kuasa menahan air mata.

Inilah penuturan kisahnya:
Idul adha kian dekat. Semakin banyak orang yang mengunjungi stan hewan kurbanku. Sebagian hanya melihat-lihat, sebagian lagi menawar dan alhamdulillah tidak sedikit yang akhirnya membeli. Aku menyukai bisnis ini, membantu orang mendapatkan hewan kurban dan Allah memberiku rezeki halal dari keuntungan penjualan.

Suatu hari, datanglah seorang ibu ke stanku. Ia mengenakan baju yang sangat sederhana, kalau tidak boleh dibilang agak kumal. Dalam hati aku menyangka ibu ini hanya akan melihat-lihat saja. Aku mengira ia bukanlah tipe orang yang mampu berkurban.

Meski begitu, sebagai pedagang yang baik aku harus tetap melayaninya.
“Silahkan Bu, ada yang bisa saya bantu?”

“Kalau kambing itu harganya berapa, Pak?” tanyanya sambil menunjuk seekor kambing yang paling murah.

“Itu 700 ribu Bu,” tentu saja harga itu bukan tahun ini. Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu.

“Harga pasnya berapa?”

Wah, ternyata ibu itu nawar juga.

“Bolehlah 600 ribu, Bu. Itu untungnya sangat tipis. Buat ibu, bolehlah kalau ibu mau.”
“Tapi, uang saya Cuma 500 ribu, Pak. Boleh?” kata ibu itu dengan penuh harap. Keyakinanku mulai berubah.

Ibu ini benar-benar serius mau berkurban. Mungkin hanya tampilannya saja yang sederhana tapi sejatinya ia bukanlah orang miskin. Nyatanya ia mampu berkurban.

“Baik lah, Bu. Meskipun tidak mendapat untung, semoga ini barakah,” jawabku setelah agak lama berpikir. Bagaimana tidak, 500 ribu itu berarti sama dengan harga beli. Tapi melihat ibu itu, aku tidak tega menolaknya.

Aku pun kemudian mengantar kambing itu ke rumahnya. “Astaghfirullah. Allaahu akbar.” Aku terperanjat.

Rumah ibu ini tak lebih dari sebuah gubuk berlantai tanah. Ukurannya kecil, dan di dalamnya tidak ada perabot mewah.

Bahkan kursi, meja, barang-barang elektronik, dan kasur pun tak ada. Hanya ada dipan beralas tikar yang kini terbaring seorang nenek di atasnya.

Rupanya nenek itu adalah ibu dari wanita yang membeli kambing tadi. Mereka tinggal bertiga dengan seorang anak kecil yang tak lain adalah cucu nenek tersebut.

“Emak, lihat apa yang Sumi bawa,” kata ibu yang ternyata bernama Sumi itu.

Yang dipanggil Emak kemudian menolehkan kepalanya, “Sumi bawa kambing Mak. Alhamdulillah, kita bisa berkurban.”

Tubuh yang renta itu duduk sambil menengadahkan tangan. “Alhamdulillah. akhirnya kesampaian juga Emak berkurban. Terima kasih ya Allah.”

“Ini uangnya Pak. Maaf ya kalau saya nawarnya terlalu murah, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk membeli kambing buat kurban atas nama Emak,” kata Bu Sumi.
Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa dalam hati.

“Ya Allah. Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya.”, panggil ibu itu.

“Sudah bu, biar ongkos kendaraannya saya yang bayar”, jawabku sambil cepat-cepat berpamitan, sebelum Bu Sumi tahu kalau mata ini sudah basah karena karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya.

Untuk menjadi mulia, ternyata tak harus menunggu kaya. Untuk mampu berkurban, ternyata yang dibutuhkan adalah kesungguhan.

Kita jauh lebih kaya dari Bu Sumi. Rumah kita bukan gubuk, lantainya keramik. Ada kursi, ada meja, ada perabot hingga TV di rumah kita. Ada kendaraan.

Bahkan, HP kita lebih mahal dari harga kambing kurban. Tapi sudah sungguh-sungguhkah kita mempersiapkan kurban?

Jika kita sebenarnya mampu berkurban, tapi tak mau berkurban, hendaklah kita takut dengan sabda Rasulullah ini:

“Barangsiapa yang memiliki kelapangan untuk berkurban namun dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami” (HR Ibnu Majah, Ahmad dan Al Hakim). (sumber muslimahcorner.com)


QURBAN TERBAIKKU, BENTENG KEIMANAN SAUDARAKU

Category : PENGHIMPUNAN , ZC-Team

Segala puji milik Allah Azzawajala, Shalawat serta salam teruntuk Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabatnya.

Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda “Hampir-hampir saja kefakiran akan menjadi kekufuran dan hampir saja hasad mendahului takdir.” ( H.R Al-Baihaqi dalam kitab “Syu’abul Iman” (no. 6612))*

Kefakiran dan kemiskinan terkadang mendorong seseorang melakukan tindakan-tindakan yang tak dibenarkan agama. Kefakiran dan kemiskinan juga memaksanya untuk melakukan tindakan haram; seperti mencuri, mencopet, merampok, menipu, dan bahkan membawanya kearah kemurtadan jika tidak ada perhatian dari saudara seimannya, dan sebaliknya orang yang tak seagama dengannya justru sangat perhatian. Karenanya, tidak bisa disalahkan jika ada ungkapan bahwa kefakiran atau kemiskinan mendekatkan kepada kekufuran.

Oleh karena itu Zakat Center hadir sebagai perantara untuk membantu menunaikan kewajiban dari saudara seiman yang memiliki kelebihan harta untuk berbagi dengan yang lainnya baik itu melalui Zakat, Infak/shadakah atau juga Qurban.

Menyambut idul adha 1438 H, Zakat Center membuka program layanan qurban untuk membantu para muqorib yang ingin menunaikan ibadah qurban. Zakat Center tidak hanya memberikan fasilitas penyediaan dan pemotongan hewan qurban tetai juga memberikan layanan sebar qurban dengan tema

#Qurban_peduli_Umat

#Qurban_Peduli_Iman

 



Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/advercom/public_html/zakatcenter.org/wp-includes/functions.php on line 3743