Nilai Termahal Dari Ibadah Qurban

Nilai Termahal Dari Ibadah Qurban

Category : @krompuls , Motivasi , ZC-Team

Perintah Qurban sebagaimana telah lazim diketahui banyak kaum muslimin yaitu dalam Qs Al-kautsar 2 “maka shalatlah karena Tuhanmu dan berkurbanlah”. Syariat qurban sendiri lahir dari suatu kisah nyata pengorbanan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim Kepada Tuhannya sebagaimana digambarkan dalam Al-Quran “Maka tatkala anaknya itu sampai pada masa-masa mendekatkan diri kepada-Nya, Nabi Ibrahim berkata: “Wahai anak kesayanganku. Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku akan menyembelihmu; maka pikirkanlah apa pendapatmu ? Anaknya menjawab: “Wahai ayah, laksanakanlah apa yang Allah perintahkan kepadamu, insya-Allah, ayah akan mendapati diriku dari orang-orang yang sabar.” (Al-Shaffat: 102).

Syukur dan Ikhlas adalah nilai yang tepat untuk menggambarkan makna dari qurban. Rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan kepada hamba-hamba-Nya “Sesungguhnya telah kami berikan kepadamu nikmat yang banyak” (Qs Al-Kautsar : 1 ) ayat ini berada tepat sebelum ayat perintah qurban dan shalat (QS Al-Kautsar : 2) artinya Allah ingin menjelaskan bahwa sesungguhnya salah satu cara mensyukuri nikmat Allah adalah dengan cara beribadah (Shalat) dan rasa kepedulian sosial (Kurban).

Kemudian adalah Ikhlas, sebagaimana Nabi Ibrahim yang mengikhlaskan puteranya Ismail Untuk disembelih karena suatu betuk  ketaatan kepada Allah. Keikhlasan itulah yang kemudian Allah nilai dan akhirnya Allah gantikan puteranya dengan seekor domba. Nilai Ikhlas dalam berkurban juga Allah gambarkan pada kisah dari Qobil dan Habil “Dan bacakanlah ( wahai Muhammad ) kepada mereka kisah (tentang) dua orang anak Adam ( Habil dan Qabil ) yang berlaku dengan sebenarnya, yaitu ketika mereka berdua melaksanakan korban ( untuk mendekatkan diri kepada Allah ). Lalu diterima korban salah seorang antara mereka ( Habil ), dan tidak diterimanya ( korban ) dari yang lain ( Qabil ). Berkata ( Qabil ): “Sesungguhnya aku akan membunuhmu.” Lalu Habil menjawab: “ Hanya Allah menerima ( korban ) dari orang-orang yang bertakwa.” (Al-Maidah: 27).

Nilai keikhlasan Habil dalam berkurban itulah yang membuat kurbannya Allah terima sedangkan kurban dari Qobil Allah Tolak karena dia tidak memiliki nilai Ikhlas dalam berkurban.

Itulah nilai termahal dari kurban yaitu rasa syukur dan ikhlas. Syukur atas segala nikmat pemberian-Nya dengan cara ibadah dan berbagi dengan sesama, serta Ikhlas dalam menjalankan syariat agama sebagai wujud dari ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah Azawajala.

Untitled-1


Leave a Reply

shares

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/advercom/public_html/zakatcenter.org/wp-includes/functions.php on line 3743