Menunaikan Ibadah Haji Dengan Bayaran Sedekah

Menunaikan Ibadah Haji Dengan Bayaran Sedekah

Category : Kisah , ZC-Team

500view_16_source_660x502.htmlKisah ini dimulai, Ada seorang tukang becak, yang sudah cukup sepuh (tua), beliau tinggal di daerah Dinoyo (Malang, Jatim).

Setiap hari Jum’at, ia menggratiskan tarif becaknya, dengan niat shodaqoh..
Suatu kali, pada hari Jum’at, ada seorang pria bapak-bapak yang jadi penumpangnya.

Pria itu berjalan terburu-buru naik becak dan hanya diantarkan dengan jarak dekat saja, tanpa tawar-menawar, pria itu langsung menyodorkan uang Rp. 20.000,-, untuk membayar becak. tetapi sang bapak becak itu langsung menolaknya dengan halus, dia bilang :

“Kulo ikhlas Pak, pun usah dibayar, kula sagete shodaqoh nggeh ngeten niki..”(Saya ikhlas Pak, sudah jangan dibayar, saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini..).

Si penumpang pun kaget, tapi karena terburu-buru, Pria itu langsung pergi begitu saja, setelah mengucapkan terima-kasih.

Pekan berikutnya, pada hari jumat pula, Pria itu bertemu lagi dengan tukang becak yang sama pada Jum’at lalu. Setelah diantar ke tempat tujuan, Pria itu menyodorkan uang Rp. 200.000,-, atau 10x lipat dari shadaqoh tukang becak Jum’at lalu, untuk tarif becaknya.

Tukang becak yang sudah sepuh ini pun menjawab dengan tenang : “Insyaallah, Kulo ikhlas pak.. Kulo sagete shodaqoh nggih namung ngeten niki,, ngateraken tiyang.”(Insyaallah Saya ikhlas Pak, saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini, mengantarkan orang).

Karena merasa aneh, Pria yang menumpang itu bertanya : “Lah kalau begini terus, Istri, dan anak bapak makan apa.!? Kenapa nggak mau dibayar..?!”

Tukang becak itu pun menjawab : “Alhamdulillah, Rayat kulo nggih sami ikhlas menawi saben Jum’at kula shodaqoh ngeten niki.”(Alhamdulillah, Istri saya pun sama-sama ikhlas jika tiap hari Jum’at saya bershodaqoh dengan cara ini..)”

“Oh,, jadi Bapak nggak mau di bayar pada hari Jum’at saja..!?” Tanya si penumpang memastikan.

“Nggeh, Pak”

“Rumah bapak dimana?” Tanya penumpang penasaran..

“Wonten Dinoyo Pak, wingkingipun bank” (Tinggal di Dinoyo Pak, sebelah belakang bank)

Hari pun berlalu, dan di hari Jum’at berikutnya, Pria penumpang becak yang penasaran ini mencari rumah Tukang becak itu. Setelah menyusuri gang sempit sebelah gedung bank di daerah dinoyo, akhirnya Pria itu ketemu juga dengan rumah sederhana milik Tukang becak yang di carinya.

Setelah mengetuk pintu, keluarlah seorang wanita yang sudah tua, masih menggunakan mukena.

Hatinya tergetar, batinnya menangis. betapa selama ini, ia yang sangat di cukupi kebutuhannya oleh Allah Azawajala malah jarang bersimpuh kepada-Nya. Jangankan sedekah, dan sholat dhuha, sholat wajib saja masih sering ia tinggalkan..

Ia pun mencium tangan wanita tua itu, lalu meminta izin untuk meminjam KTP bapak, dan ibu sekalian.

“Bapak tasik siap-siap badhe sholat Jum’at, niki KTP-ne damel nopo nggeh ?” (Bapak masih melakukan persiapan untuk sholat Jum’at, ini KTP nya, kalau boleh tau buat apa ya ?) jawab bapak tukang bejak

“Bu, bapak, dan juga ibu telah membuka mata hati saya. Ini mungkin jalan hidayah yang telah Allah Azawajala anugerahkan kepada saya.

Insyaallah, Bapak, dan Ibu saya daftarkan untuk naik haji ONH Plus bersama saya, dan istri, mohon di terima ya, Bu/Bpk..”

tukang becak


Leave a Reply

shares

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/advercom/public_html/zakatcenter.org/wp-includes/functions.php on line 3743