@krompulsMotivasi

Apakah Output dari Puasa Ramadhan itu ?

Bulan Ramadhan dimana kaum muslimin dituntut untuk berpuasa selama satu bulan di bulan ini, seagaimana firmannya
Hai orang-orang yang beriman di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimna di wajibkannya orang-orang dari sebelum kalian agar kalian bertaqwa (Qs. Al-Baqarah: 183)
Didalam berpusa pun seseorang tdak hanya menahan lapar dan haus tetapi juga menahan hal-hal yang dapat membatalkan puasa lainnya.  Puasa sendiri merupakan syariat yang tidak hanya diturunkan kepada umat Nabi Muhammad S.A.W tetapi juga syariat Nabi-Nabi sebelumnya sebagimana ayat di atas. Maka dari itu aturan syariat yang di terapkanpun berbeda-beda tetapi pada intinya memiliki tujuan yang sama yaitu ketaqwaan kepda Allah Azawajala. Sebagaimana ayat Al-Baqarah ayat 183 yang merupakan ayat dari perintah kewajiban berpuasa  menjelaskan tujuan dari pada puasa sendiri yaitu “ketaqwaan”.
Apa itu taqwa?. Taqwa secara sederhana adalah menjadi seorang Abdullah atau hamba Allah yang sejati yang melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Tetapi hal menarik dari gaya bahasa taqwa di sini adalah mengguakan “fiil mudhore”. dalam bahasa arab fiil mudhore bermakna sekarang dan akan datang. Jadi ketaqwaan yang merupakan output dari puasa harus dijalankan pada saat berpuasa dan sesudah puasa.
Intinya walaupun bulan ramadhan telah selesai dan disambut dengan 1 syawal yang biasa diperingati sebagai idul fitri, kaum muslimin harus tetap mejaga kualitas taqwanya. Hal ini sejalan dengan Arti dari idul fitri sendiri yang banyak mendefinisikannya dengan “kambali suci”. Tetapi perlu di ketahui bahwa tidak semua orang pada idul fitri ini benar-benar telah kembali suci karena pada bulan ramadhan dirinya telah gagal mendapatkan output taqwa itu.

(Bonus dari orang-orang yang berpuasa dengan iman karena Allah Azawajala adalah Taqwa)

“Semua Orang Bisa Berlebaran Tetapi Tidak Dengan Idul Fitri”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.