Fiqih

KEUTAMAAN SHODAQOH

SHODAQOH 2
Menurut Ibnu Hajar Al Haitami, terdapat beberapa keutamaan shodaqoh diantaranya adalah:
Pertama, shodaqoh bisa menghapus dosa. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW: “Shodaqoh dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)
Kedua, pahala shodaqoh akan terus berkembang. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah menerima amalan shodaqoh dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud” (HR. At Tirmidzi).
Ketiga, dengan shodaqoh, harta tidak akan berkurang. Sesuai dengan hadis Rasulullah SAW: “Harta tidak akan berkurang dengan shodaqoh. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim).
Keempat, shodaqoh bisa menjauhkan seseorang dari siksa kubur. Sebagaimana sabda Nabi SAW:“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani).
Kelima, shodaqoh bisa mendatangkan balasan yang berlipat ganda. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18).
Keenam, shodaqoh dapat mencegah seorang pedagang untuk berbuat maksiat dalam melakukan transaksi jual beli. Sebagaimana sabda Nabi SAW: “Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan shodaqoh.” (HR. Tirmidzi).
Ketujuh, shodaqoh akan menjauhkan seseorang dari jilatan api neraka dan menghantarkannya masuk ke dalam surga. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW: “Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan sholat, ia akan dipanggil dari pintu sholat. Yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad. Jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah, maka akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari & Muslim).
Mengetahui keutamaan shodaqoh yang begitu dahsyat ini, sebagai mukmin yang ingin meraih predikat muttaquun (orang-orang yang bertaqwa), tentunya akan berusaha untuk berlomba-lomba mengeluarkan hartanya di jalan Allah, dalam keadaan apapun. Entah di waktu lapang dan senang maupun disaat sempit dan sulit. Karena hanya dengan ketaqwaan itulah kita akan mampu menjadi insan kamil (manusia yang sempurna) yang hanya mengabdi kepada Allah SWT, bukan menjadi budak dunia dan materi!. Semoga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.