Login Form



THANKS TO

Pengunjung ke :

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday12
mod_vvisit_counterYesterday29
mod_vvisit_counterThis week73
mod_vvisit_counterLast week66
mod_vvisit_counterThis month133
mod_vvisit_counterLast month242
mod_vvisit_counterAll4008

Online (20 minutes ago): 5
Your IP: 38.107.191.118
,
Now is: 2010-03-10 18:15

Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates
WELCOME to ZAKAT CENTER ONLINE
Kaitan Zakat Dengan Bencana PDF Cetak Email
Ditulis oleh Admin   
Senin, 08 Pebruari 2010 23:09

          Pertanyaan :

NN, 08132758xxx

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya mau tanya kaitan antara zakat dan bencana yang akhir-akhir ini kerap terjadi di negara kita. Apakah kejadian itu ada kaitannya dengan kelengahan kita mengabaikan perintah-perintah Allah, termasuk perintah mengeluarkan zakat? Mohon penjelasannya.
                                       
          Jawaban :  

Wa'alaikumsalam Wr. Wb. Dalam Al-Qur'an banyak disebutkan kisah-kisah umat terdahulu yang ditimpa berbagai bencana, dan semuanya adalah karena mereka durhaka kepada  Allah.  Dalam QS. Al-Israa': 58, Allah SWT berfirman; “Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuzh)”.
Dikisahkan dalam Al-Qur'an sebuah negeri (Saba'), kini daerah Yaman yang dulunya subur & makmur, tetapi pada akhirnya diluluhlantakkan dengan bencana banjir bandang (tsunami) karena mereka ingkar dan tidak bersyukur kepada Allah. Hal ini dikisahkan dalam firman-Nya QS. Saba': 15-16 yang berbunyi; “Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan kiri. (Kepada mereka dikatakan): Makanlah olehmu dari rezeki yang dianugerahkan Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling (ingkar), maka Kami datangkan kepada mereka banjir bandang yang sangat besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl (sejenis cemara) dan sedikit dari pohon Sidr (sejenis bidara)”.
Di dalam Al-Qur'an berulangkali Allah sebutkan bahwa diantara perintah-Nya yang harus ditunaikan adalah zakat. Karena apabila perintah zakat dilalaikan, maka Allah akan menurunkan berbagai bencana, diantaranya kelaparan dan kekeringan, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW; “Golongan orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat akan ditimpa bencana kelaparan dan kemarau panjang”. (HR. Muslim).
Oleh karenanya, dengan datangnya bencana yang terus beruntun menimpa negeri tercinta ini, masihkah kita beranggapan bahwa itu adalah fenomena alam biasa yang tidak ada kaitannya dengan tingkah laku kita? atau kita mulai sadar bahwa memang ada yang salah dengan bangsa ini, sebuah bangsa yang tidak peduli lagi dengan alam, sebuah bangsa yang tanpa sadar “menertawakan” ajaran-ajaran mulia dari-Nya, sebuah bangsa yang dengan bangga melanggar perintah-perintah-Nya?. Semoga, bencana ini menjadi saksi kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang sabar, taat dan sadar akan kesalahan-kesalahannya di masa lalu.  Waallahua'lam bisshowab.

LAST_UPDATED2
 
Ingin Punya Rumah Sendiri PDF Cetak Email
Ditulis oleh Sri Wurtinah   
Senin, 08 Pebruari 2010 23:07

Keceriaan terlihat jelas tampak pada muka Ibu Sri Wurtinah saat mengikuti pertemuan rutin bulanan Zakat Center di hari Ahad (13/12/09) yang lalu. Pada pertemuan yang diikuti oleh seluruh penerima bantuan modal usaha kecil Zakat Center itu, Ibu tiga orang anak ini menuturkan pengalamannya dengan penuh antusias.
“Alhamdulillah, usaha saya kian berkembang. Setelah dibantu modal usaha oleh Zakat Center, omzet usaha saya semakin meningkat. Apalagi setelah mempraktekkan ilmu yang disampaikan dalam pembinaan rutin setiap bulan, perbedaan dalam usaha saya semakin terasa. Benar-benar dahsyat !! Luar biasa !!, janji-janji Allah itu memang benar”, katanya penuh semangat.
Ketika diminta untuk melanjutkan ceritanya, mustahiq binaan Zakat Center yang biasa disapa Ibu Sri itu menuturkan bahwa; ”ketika pembinaan rutin, saya sering mendengar dari instruktur bahwa kalau kita ingin hidup kita segalanya menjadi mudah, kita harus dekat dengan Allah, Sang Maha Pemberi Kemudahan. Begitupun ketika kita ingin usaha kita maju, penghasilan bisa terus meningkat dan harta kita menjadi berkah, kita pun harus mendekat kepada Sang Maha Pemberi Rizki”, ujar pedagang kentang goreng dan nugget ini.  
Lebih lanjut perempuan yang tinggal di daerah Karya Bakti, Karyamulya Cirebon ini menceritakan bahwa, “kehidupan saya saat ini lebih mudah, setiap masalah yang dulu susah untuk dipecahkan jalan keluarnya, kini menjadi lebih gampang untuk diatasi. Ada saja jalan keluarnya. Hal ini berimbas pada keadaan keluarga saya. Keadaan keluarga saya menjadi lebih harmonis. Hati saya menjadi lebih tenang. Dan alhamdulillah, penyakit asam urat yang biasanya sering kambuh, kini sudah tidak lagi”, katanya.
Saat ditanya mengenai penyebabnya, ia menuturkan, ”dalam pembinaan selalu disampaikan bahwa beberapa cara agar kita bisa lebih dekat dengan Allah adalah dengan ikhlas melaksanakan perintah-perintah-Nya dan amalan-amalan sunnah Rasul-Nya. Memelihara sholat lima waktu, menjalankan sholat-sholat sunnah, bersedekah setiap saat, merupakan resepnya. Dan itulah yang sekarang saya praktekkan. Saya yakin dengan itu semua saya bisa lebih dekat dengan-Nya, dan doa-doa saya pun bisa mudah untuk dikabulkan. Dan janji-janji Allah itulah yang kini sudah saya buktikan. Oleh karenanya, saya ingin terus istiqomah menjalankannya”, cerita pedagang yang menjalankan usahanya di Kantin SMAN 5 Kota Cirebon ini.
Ketika disinggung mengenai harapan dan cita-citanya ke depan, perempuan kelahiran 39 tahun silam ini menyampaikan keinginannya untuk bisa memiliki rumah sendiri. “Saya tidak ingin ngontrak terus. Saya terus berusaha dan berdoa, semoga kelak saya bisa memiliki rumah sendiri yang nyaman. Rumah yang bisa saya dan keluarga tinggali dengan tenang”, harapnya. Amiin !! (Mohan)

LAST_UPDATED2
 
Gandeng IDI Adakan Pengobatan Gratis di Orimalang PDF Cetak Email
Ditulis oleh M. Anwar Musaddad   
Senin, 08 Pebruari 2010 23:04

    CIREBON -  Zakat Center bekerjasama dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kabupaten Cirebon pada hari Ahad (06/12/09) yang lalu, melakukan bakti sosial berupa pengobatan gratis di Desa Ori Malang Kec. Jamblang Kabupaten Cirebon. Kegiatan yang dilakukan di Halaman Masjid Al-Huda Blok Buntalan ini berlangsung tertib dan lancar.

LAST_UPDATED2
Baca selengkapnya...
 
Bank Jabar Banten & Zakat Center Kerjasama Salurkan Zakat PDF Cetak Email
Ditulis oleh Admin   
Senin, 08 Pebruari 2010 23:01

CIREBON  Bulan November 2009 yang lalu, Bank Jabar Banten kembali menyalurkan dana zakatnya. Menurut salah seorang Pengelola Dana Zakat (PDZ) Bank Jabar Banten, Bapak Usep Qomarudin, dana zakat ini merupakan titipan dari para karyawan dan nasabah Bank Jabar Banten.

LAST_UPDATED2
Baca selengkapnya...
 
Songsong Tahun Baru Dengan Mengendalikan 2 Sifat PDF Cetak Email
Ditulis oleh Taufik Hidayat   
Senin, 08 Pebruari 2010 22:58

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Tahun 1430 H telah berlalu dari hadapan kita. Tahun yang penuh dengan kenangan itu telah pergi. Entah itu kenangan baik, indah dan menyenangkan ataupun sebaliknya kenangan yang begitu buruk, pahit maupun menyedihkan. Setiap orang pasti mengalaminya. Apakah kenangan buruk itu lebih banyak, ataukah kenangan indah yang lebih mendominasi. Setiap orang pasti berbeda melaluinya.
Banyak yang mencemooh bahwa tahun kemarin adalah tahun kesialan, tahun kebangkrutan, namun banyak pula yang menyanjungnya bahwa tahun yang lalu adalah tahun keberuntungan, tahun kesuksesan. Setiap orang berbeda menilainya.
Tahun kesialan dan kebangkrutan disematkan oleh orang-orang yang merasa bahwa pada tahun 1430 H yang lalu, bisnis yang ia jalani mengalami kebangkrutan, usaha yang ia jalani berantakan tak karuan. Harapan mendapatkan keuntungan, tak pernah didapatkan. Bukannya untung, malah buntung. Bahkan hutang menumpuk di mana-mana.
Menyikapi keadaan susah seperti itu, tidak sedikit orang yang akhirnya hanya mengeluh, mencaci maki keadaan, bahkan yang lebih parah sampai memaki Allah dengan mengatakan bahwa Allah tidak adil, Allah tidak menyayanginya, Allah tidak pernah memberinya kenikmatan, dan umpatan-umapatan lainnya, padahal menurutnya ia telah menjalankan perintah-perintah-Nya.
Sementara itu di pihak lain, orang-orang yang mengalami kesuksesan dalam hidupnya mengatakan bahwa tahun yang lalu adalah tahun keberuntungan dan kesuksesan. Tahun pembawa hoki, tahun kejayaan. Hari-hari di tahun itu tak bisa dilupakan, karena kemudahan kerapkali datang. Segala apa yang diinginkan, dengan mudah didapatkan.
Namun sayangnya, kebanyakan mereka lalai untuk mensyukurinya. Kemudahan yang telah Allah berikan kepada mereka tidak pernah menyadarkan hatinya bahwa itu semua karunia dari Allah. Itu semua anugerah dari Sang Pemberi Rizki yang wajib disyukuri. Mereka lupa bahwa tanpa izin-Nya, semua kenikmatan itu takkan pernah sampai ke tangannya. Bahkan dengan pongahnya mereka berani mengatakan bahwa kesuksesan duniawi yang saat ini diperolehnya adalah murni hasil dari usaha dan kerja keras mereka semata, tanpa ada campur tangan Allah. 
Dua sifat inilah yang perlu diwaspadai, karena keduanya akan menghantarkan kepada kesengsaraan dan penderitaan yang tak berujung. Dua keburukan inilah yang kalau tak dibentengi dengan keimanan akan tetap melekat dalam diri manusia. Sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta), dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap adzab Tuhannya. Karena sesungguhnya adzab Tuhan mereka, tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya)”. ( QS. Al-Ma'arij: 19 – 28 ).
Momentum tahun baru ini harus dijadikan sebagai moment introspeksi (muhasabah), apakah di tahun yang lalu kedua sifat jelek manusia (berkeluh kesah dan kikir) itu sudah bisa dijauhi dan dihindari ?, ataukah justru sebaliknya kita terperdaya dan dikuasai oleh kedua sifat buruk itu.
Hanya dengan konsistensi (ke-istiqomah-an) yang diiringi kesabaran dalam menjalankan amal kebaikan, kedua sifat buruk yang akan membinasakan tersebut akan menjauh. Konsistensi dalam menjalankan sholat, konsistensi dalam menyedekahkan sebagian hartanya membantu kaum papa dan dhuafa, konsistensi dalam meng-imani hari pembalasan serta senantiasa takut akan adzab (siksa) dari Allah adalah aplikasi kebaikan yang mesti ditebarkan. Dengan memelihara kebaikan-kebaikan itulah kehidupan kita di tahun yang baru ini akan semakin mudah dan menyenangkan. Semoga !!

 

LAST_UPDATED2
 

Random Image

outbont7.jpg

Polls

Apakah anda sudah menunaikan Zakat Mal anda?
 

Who's Online

Ada 1 tamu online